Warisan tidak harus melulu berupa harta. Tetapi budaya, etika, tingkah laku, juga bisa menjadi suatu warisan yang sangat bermanfaat bagi generasi selanjutnya. Bahwa Indonesia itu kaya sekali akan budaya yang arif, memiliki etika yang menjunjung tinggi kesopanan, tingkah laku saling hormat menghormati antar sesama, yang mungkin akhir-akhir ini sudah mulai tergerus jaman.

Bayangkan, jika tak ada yang menjaga warisan tersebut, seperti apa bentuk Indonesia tercinta ini. Lalu, tugas siapakah itu? Tentu saja tugas kita sebagai generasi penerus untuk selalu menjaga warisan budaya Indonesia yang luhur ini, untuk kemudian diwariskan ke generasi muda selanjutnya.

Menyikapi hal tersebut diatas, Pemdes Siwarak membentuk panitia  Hari Besar Islam yang sudah pada hari Selasa, 4 September 2018 yg diikuti 13 orang yang hadir dari 30 undangan dan di dampingi perangkat desa akan mencoba sedikit berbagi hasil dari pertemuan tersebut.

Indonesia kaya akan warisan leluhur, pun dengan Desa Siwarak. Memiliki begitu banyak warisan leluhur yang harus di uri-uri, memiliki begitu banyak keindahan alam yang harus kita syukuri . Agar anak cucu kita kelak juga bisa merasakan warisan tersebut dan ikut mensyukurinya.

Tanpa kita sadari, ada beberapa budaya ataupun warisan yang selama ini masyarakat Desa Siwarak melewatkan begitu saja. Padahal hal ini adalah yang merupakan cikal bakal adanya Desa Siwarak yang masyarakat ataupun generasi penerus kita juga harus mengetahuinya.

Menanggapi hal tersebut, kami selaku panitia akan mencoba menggali lebih jauh atau mencari informasi yg bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya tentang Ki Sutaraga yg rencananya akan diangkat dan di uri-uri untuk dimasukkan dalam agenda kegiatan memperingati Hari Besar Islam . Karena menurut cerita secara turun temurun Ki Sutaraga adalah salah satu tokoh dibalik adanya Desa Siwarak.

Untuk agenda kegiatan seperti yang telah dibahas oleh PHBI diantaranya :

1. Pawai Taaruf
Seringkali kita melihat Pawai ini diadakan tiap tahun yg melibatkan siswa – siswi madrasah di Desa Siwarak . Agenda kali ini pawai taaruf akan dimasukkan dalam rangkaian kegiatan memperingati hari besar islam . Dalam pawai ini peserta diwajibkan membawa obor seperti tahun-tahun sebelumnya . Pawai ini sekaligus untuk mengarak peserta penerima santunan hingga ke balaidesa.

2. Santunan
Diadakan seperti tahun-tahun sebelumnya

3. Arak-arakan hasil bumi
Diadakan arak-arakan seperti tahun-tahun sebelumnya

4. Gunungan tertinggi
Salah satu rangkaian kegiatan yang baru akan coba kita kemas, yaitu gunungan tertinggi. Gunungan ini nantinya akan dibuat di halaman balaidesa dan tidak ikut diarak .
Bagi warga masyarakat yang mempunyai kepedulian dan punya kreatifitas monggo gabung untuk ikut menghias gunungan tersebut agar lebih menarik.

5. Ruwat Bumi

6. Wayang Golek

7. Babad Makam Ki Sutaraga
Masih menggali informasi yg valid dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Mudah-mudahan bisa terwujud, karena ini salah satu warisan yang harus di tularkan kepada generasi penerus kita.

Besar harapan rangkaian kegiatan ini bisa terwujud dan menjadi salah satu keunikan Desa Siwarak yg harus di uri-uri. Tidak menutup kemungkinan kalau rangkaian acara ini bisa mendatangkan wisatawan dan dijadikan paket wisata menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *