Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Kepolisian Resor Purbalingga menggelar kegiatan Program Pemberdayaan Potensi Keamanan Dan Kemitraan dalam bentuk Pertemuan Kemitraan Polri dan Masyarakat di Aula Balaidesa Siwarak pada Rabu, 29 September 2018.

Dalam pertemuan tersebut, Kanit Binpolmas Satbinmas Polres Purbalingga Aiptu Mardiyono memberikan materi tentang bahaya narkoba dikalangan pemuda dan penerapan sapta pesona di Desa Siwarak yang menjadi daerah tujuan wisata dengan adanya golaga atau goalawa purbalingga yang sudah mulai dirasakan lagi geliatnya. Kegiatan tersebut diikuti oleh 60 warga Desa Siwarak termasuk kepala desa dan perangkatnya.

Aiptu Mardiyono menyampaikan tentang pentingnya penerapan Sapta Pesona di lingkungan Desa Siwarak. Tujuh unsur sapta pesona (aman,tertib, bersih,sejuk, indah, ramah dan kenangan) harus bisa ditunjukkan warga desa siwarak agar wisatawan merasakan ke tujuh unsur tersebut dan bisa pingin kembali lagi untuk berkunjung ke Desa Siwarak.

“Dengan wisatawan merasakan keramahan warga siwarak pasti akan muncul kesan aman dan merasa terlindungi, sehingga unsur tertib juga akan mengikuti. Suasana yang bersih, sejuk, indah akan menjadikan kenangan tersendiri bagi wisatawan dan tentunya wisatawan akan rindu untuk selalu berkunjung ke Siwarak” jelasnya.

Selesai kegiatan, Aiptu Mardiyono beserta jajarannya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Obyek Wisata Goalawa atau Golaga di antar oleh ketua Pokdarwis Lawa Mandiri dan pengelola Golaga. Sambil menikmati sensasi kopi di Lava Coffee Shop Aiptu Mardiyono menyampaikan maraknya penyebaran berita hoax.

Media Sosial jadi sumber utama penyebaran hoax (berita tidak akurat) .Hoax sengaja dibuat untuk mempengaruhi opini publik dan kian marak lantaran faktor stimulasi seperti Sosial Politik dan SARA. Hoax ini juga muncul karena biasanya masyarakat menyukai sesuatu yang heboh.

“Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No 11/2008 tentang ITE disebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (Rp 1 miliar),”  Aiptu Mardiyono menegaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *