Kemeriahan Pawai Taaruf Haflah Akhirussanah Madrasah Diniyah Miftahul ‘Ulum Siwarak” (Minggu, 28 April 2019)

Sejak bertahun-tahun yang lalu, Madrasah Diniyah tidak asing dengan pagelaran event dua tahunannya. Juga demikian dengan masyarakat luas, mereka terbiasa jika mendengar sebuah Madrasah Diniyah akan mengadakan acara imtihan, akhirussanah, khataman, ataupun istilah lainnya.

Begitu pula Madrasah Diniyah Miftahul ‘Ulum Desa Siwarak. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jauh-jauh hari segala persiapan untuk event ini mulai dikerjakan. Mulai dari bagaimana konsep dan teknis acara, membuat daftar kebutuhan sarana dan prasarana, hingga hal-hal lain sebagainya. Setelah semuanya dipertimbangkan dengan matang dalam Rapat Harian Panitia Haflah Akhirussanah 1440 H Madrasah Diniyah Miftahul ‘Ulum Desa Siwarak, baru kemudian disahkan dalam Rapat Pleno.

“Jajaran Pengasuh dan Guru Madrasah Diniyah Miftahul ‘Ulum”

Rangkaian agenda Haflah dua tahunnn ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Puncak acara dijadwalkan digelar pada hari Ahad malam Senin (22 Sya’ban 1440 H./ 28 April 2019 M.), yang ditutup dengan acara Mau’idotul Khassanah oleh KH. Nurkholis Masrur dari Purbalingga, sedangkan pada Sabtu malam minggu (27 April 2019) Seluruh jajaran Pengasuh dan juga wali santri mengadakan istighisah berjama’ah dengan harapan segala kegiatan dihari puncaknya diberi kelancaran tanpa ada suatu apapun. Kegiatan pendukung Lainnya sudah dimulai sejak Kamis 04 s/d 15 April 2019. Acara pendukung sendiri beragam. Mulai dari Lomba Wajib Tingkat TKQ, TPQ dan Madin juga Lomba Umum Tingkat TKQ, TPQ dan Madin, serta lain sebagainya. Di hari minggu paginya (28/04/2019) seluruh santri mengikuti Pwai Ta’aruf dengan memakai atribut Islam, mulai peci, sarung, surban hingga baju ihrom, ratusan santri tampak semangat mengikuti Pawai Taafuf dua tahunan ini. Pawai dimulai dari halaman Madrasah Diniyah Miftahul Ulum, berputar keliling Kampung yang memiliki jarak sekitar 3 km dan finish lagi di halaman Madrasah Diniyah Muftahun ‘Ulum Desa Siwarak. Selain itu, pawai ini juga dimeriahkan grup drum band yang mengiringi setiap kafilah.

“Antusias Pengunjung Mengikuti Pengajian Bersam KH. Nurkholis Masrur”

Agenda dua tahunan ini harus dilestarikan. Karena selain merupakan syiar, keterlibatan kita semua demi suksesnya acara ini merupakan satu tambahan ilmu tersendiri yang suatu saat akan sangat bermanfaat. Karena realitanya, ketika santri sudah terjun ke masyarakat akan menemui banyak tuntutan. Tuntutan masyarakat tidak melulu soal santri harus bisa ngaji. Oleh masyarakat santri dituntut bisa banyak hal, termasuk kemampuan menghandel suksesnya sebuah acara di sekitar tempat tinggalnya. Dari itu, mari apa yang telah diamanatkan kepada kita semua dilaksanakan semaksimal mungkin,” terang Ust Imam Dulgani Pengasuh Madrasah Diniyain Muftahu ‘Ulum.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *